Tim PKMI UHO Gelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pengelola BUMDES di Kecamatan Amonggedo

Suasana pendampingan Tim Program Kemitraan Masyarakat Internal (PKMI) Universitas Halu Oleo melaksanakan kegiatan dengan tema Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) di Desa Mata Iwoi Kecamatan Amonggedo. (FOTO : IST)

BeritaRakyat.id, Konawe Selatan – Tim Program Kemitraan Masyarakat Internal (PKMI) Universitas Halu Oleo melaksanakan kegiatan dengan tema Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) dalam Mengembangkan Potensi Unggulan Desa di Balai Pertemuan Desa Mataiwoi Kecamatan Amonggedo Kabupaten Konawe, Kamis, (26/10/2023).

Pelatihan peningkatan kapasitas diikuti 30 orang peserta yang terdiri dari
Kepala Desa, Sekretaris Desa, Ketua BUMDES, Pengurus BUMDES, Komisaris BUMDES, dan Pengelola Unit Usaha BUMDES di tiga Desa masing masing Desa Mataiwoi, Desa Watulawu dan Desa Lalonona.

Kepala Desa Mataiwoi Jecky Skycer, menyatakan sangat berterima kasih atas kehadiran tim dari LPPM UHO menyelenggarakan kegiatan
PKM.

“Semoga materi pelatihan yang diberikan dapat bermanfaat bagi pengembangan
program dan usaha BUMDES yang selama ini banyak mengalami kendala dan hambatan terutama aspek sumber daya manusia (SDM) pengelola yang masih minim, baik dari aspek
kapasitas, pengalaman dan komitmen,”ungkapnya.

Foto bersama usai pelaksanaan kegiatan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pengelola
Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) dalam Mengembangkan Potensi Unggulan Desa di Balai Pertemuan Desa Mataiwoi Kecamatan Amonggedo
Kabupaten Konawe. (FOTO : IST)

Sementara itu Ketua Tim PKMI, Dr. H. Sulsalman Moita, S.Sos, M.Si dalam paparannya menyatakan, eksistensi BUMDES merupakan pilar utama ekonomi pembangunan desa. BUMDES harus mampu mengidentifikasi potensi-potensi unggulan desa untuk menjadi program pembangunan yang menjadi skala prioritas, sehingga outputnya dapat meningkatkan pendapatan desa dan kesejahteraan masyarakat.

“Tantangan BUMDES selama
ini adalah soal pilihan jenis usaha dan inovasi yang sangat terbatas, termasuk kendala minimnya dana dan kualitas SDM pengurus/pengelola,”ujarnya.

Dosen Fisip UHO ini menanbahkan, melalui pelatihan pemetaan potensipotensi unggulan desa, akan dapat dihasilkan kualitas dan kapasitas pengurus dan pengelola BUMDES yang mampu memanfaata seluruh potensi dan aset desa, sehingga BUMDES akan
menjadi sokoguru kemandirian ekonomi desa.

“Kita berharap, kegiatan ini dapat bermafaat, khususnya dalam pengelolaan BUMDES di masng – masing desa,”tandasnya.

Begitu juga dengan Tim PKMI lainnya, Dr. Darmin Tuwu, S.Sos, MA mengarahkan perlunya pendampingan BUMDES dalam tata kelola program yang disesuaikan dengan potensi unggulan desa. Jika potensi unggulan di Kecamatan Amonggedo adalah wilayah pertanian dan perkebunan, maka tata kelola yang harus dilakukan adalah manajemen BUMDES di bidang tersebut.

Senada dengan TIM PKMI lainnya, DR. Liwaul, S.Sos, M.Si menyatakan perlunya pendampingan pengurus BUMDES dalam hal akuntabilitas pengelolaan keuangan BUMDES; hal ini dilakukan agar BUMDES dapat memanfaatkan sumber-sumber dana secara maksimal, sehingga dapat memberikan manfaat dan keuntungan bagi desa.

Termasuk yang ditambahkan anggota tim PKMI Sarpin, S.Sos, M.Si juga menyatakan memanfaatkan dan memaksimalkan potensi-potensi unggulan desa dalam mendukung program kerja BUMDES, maka pengurus dan pengelola unit usaha mesti
memiliki spirit kewirausahaan melalui jiwa dan kapasitas bersaing, mencari peluang-peluang baru, memanfaatkan teknologi, melakukan inovasi, membangun jejaring, dan menguasai
pasar (market).

Untuk diketahui, diakhir kegiatan, tim PKMI bersama peserta pelatihan melaksanakan Forum Group
Discussion (FGD) untuk saling tukar menukar (sharing) pengalaman, mengatasi problematika dan tantangan, pendampingan dan dinamika kelompok. Kemudian sepakat berikrar dan
berkomitmen, bahwa pengelolaan BUMDES adalah kewajiban bersama oleh semua stakeholder mulai dari Pemerintah Daerah, Pemerintah Kecamatan, Pemerintah Desa,
Pengurus dan Pengelola unit usaha BUMDES, dunia usaha/swasta, industri, Perguruan Tinggi, dan pemangku kepentingan lainnya.

YAN

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *