Tambang di Morosi Tingkatkan Ekonomi Masyarakat dan Kurangi Pengangguran

Salah satu sudut dan aktifitas di Kantor VDNI dan OSS di Kecamatan Morosi, Konawe (FOTO : INT)

BeritaRakyat.id, Konawe – Sejak hadirnya perusahaan pertambangan di sejumlah daerah di Sulawesi Tenggara (Sultra) menjadikan daerah bumi anoa ini menjadi magnet bagi pencari kerja. Seperti halnya perusahaan tambang di Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe memberikan dampak posotif bagi perekonomian masyarakat, dan kesempatan kerja bagi warga.

Perusahaan tambang yang memberikan dampak dan kontribusi untuk daerah adalah PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI). Kehadirannya di Sultra telah merekrut ribuan tenaga kerja lokal dan dari berbagai daerah termasuk dari luar negeri. Selain tenaga kerja yang terserap, juga tumbuhnya perekonomian warga, dengan banyaknya yang melakukan aktifitas jual beli di pabrik nikel tersebut.

Kepala Dinas Sosial Konawe, Agus Suyono mengakatan bahwa sejak hadirnya peruhaan tambang di Konawe angka kemiskinan mengalami penurunan.

“Kalau data tentang itu belum kita dapatkan sekarang karena memang sekarang ini sedang mengirim data ke Pusdatin sebanyak 26.507 sekarang itu hasil verifikasinya kita tunggu baik itu kepesertaan BPJS, termasuk warga Morosi yang sudah masuk jadi tenaga kerja industri,” jelasnya belum lama ini.

Sedangkan angka kemiskinan di Kabupaten Konawe sendiri, menurutnya dalam rentan tahun 2019 hingga 2020 mengalami penurunan.

“Tapi untuk sementara ini, dari 2019 sampai ke 2020 Konawe itu sudah terjadi angka pengurangan angka kemiskinan menjadi 1.056 KPM,” tambahnya

Untuk kepastian data jumlah kemiskinan di kawasan industri Kecamatan Morosi, Agus mengungkapkan, pihaknya kemungkinan akan memperoleh pada awal bulan Maret 2021.

“Baru kita akan mendapatkan datanya kemungkinan kalau bukan Februari awal Maret,” paparnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Konawe Gusli Topan Sabara dalam sambutannya di acara Musrembang Data, yang dilaksanakan akhir Januari lalu mengatakan peredaran uang untuk gaji karyawan di kawasan industri Morosi kurang lebih seratus milyar.

“Uang yang berputar hanya untuk gaji karyawan kurang lebih seratus milyar bayangkan dengan APBD kita yang hanya enam milyar satu bulan,” bebernya.

Bahkan, menurut Gusli Topan Sabara kehadiran industri di Kecamatan Morosi memberikan kontribusi untuk Kabupaten lain yang ada di Sulawesi Tenggara, salah satunya dengan adanya perekrutan tenaga kerja yang mengurangi angka pengangguran.

“Konut hampir seribu angka penganggurannya kita kurangi, Kota Kendari hampir tiga ribu tenaga kerja, Kolaka, Kolaka Utara, Koltim, Buton, Muna, bahkan di Sulawesi Selatan,” ungkapnya.

Hadirnya perusahaan tambang, khususnya di Morosi membuat sejumlah peneliti dari Univetsitas Haluoleo melakukan survei dan peneliatian tentang dampak VDNI dan OSS terhadap kondisi sosial ekonomi petani sayur mayur.

“Dari penelitian tersebut menyebutkan bahwa ada dampak dengan meningkatnya ekonomi masyarakat, khususnya para petani sayur dan lainnya,”tandasnya.

USAN

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *