Proyek Tangki Septik di Kolasa Diduga Bermasalah, FKBM Minta PU Muna Bentuk Tim Investigasi

Papan Proyek Pekerjaan Pembangunan Tangki Septik di Kelurahan Kolasa (FOTO : IST)

BeritaRakyat.id,. Muna – Forum Masyarakat Kolasa Bersatu (FKBM) meminta Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Muna membentuk tim investigasi guna mengevaluasi kinerja Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Bebele Makmur sebagai pelaksana pada pengerjaan 80 unit proyek Pembangunan Tangki Septik Skala Individual Pedesaan di Kelurahan Kolasa, Kecamatan Parigi, Kabupaten Muna.

Anggota FKBM, Ahmad Sabran menjelaskan, program sanitasi pedesaan padat karya merupakan program yang dilaksanakan Kementerian PUPR dalam mengurangi angka stunting di Indonesia.

Olehnya itu, program pembangunan tangki septik skala individual di Kelurahan Kolasa hadir sebagai bagian Pemberdayaan masyarakat marginal atau miskin yang bersifat produktif dibawah pengawasan Dinas PU Kabupaten Muna.

Namun, dalam pengerjaannya, proyek yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) itu diduga bermasalah. Akibatnya, FMKB meminta Dinas PU Muna untuk membentuk tim investigasi lapangan guna mengevaluasi kinerja KSM Bebele Makmur pada pekerjaan Pembangunan Tangki Septik di Kelurahan Kolasa.

Sebab, pada pengerjaan proyek tersebut, FKBM menemukan beberapa kejanggalan, seperti kriteria penerima bantuan yang tidak tepat sasaran, dimana tidak berpihak pada Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

“Ada beberapa rumah yang mendapatkan bantuan, padahal dalam rumah itu tidak berpenghuni, sebaliknya masyarakat yang berdomisili di Kelurahan Kolasa dan masuk kategori layak tidak menerima bantuan,” Ucapnya kepada media ini melalui pesan WhatsApp, Kamis (24/08/2023).

Selain itu kata Sabran, ada beberapa rumah yang mendapat bantuan padahal jelas ada MCK nya. Sementara ada beberapa masyarakat yang tidak memiliki MCK malah tidak mendapat bantuan.

Menurutnya, hal itu sebagai bentuk ketidakadilan atau diskriminasi, sedangkan dalam panduan teknis sangat jelas, penyusunan long list calon penerima manfaat berdasarkan hasil pemetaan sosial sesuai dengan keluarga Masyarakat Berpenghasilan Rendah, tetapi fakta di lapangan mengabaikan panduan teknis.

“Dari tahap awal sampai akhir, beberapa anggota KSM tidak dilibatkan pada pengerjaan proyek ini,” Kata Sabran

Sabran menilai, KSM Bebele Makmur tidak memahami tujuan dari pekerjaan swakelola, sebab pada pengerjaan proyek tersebut hanya beberapa tukang dalan kampung yang dilibatkan sementara sebagian yang lain mendatangkan tukang dari luar Kelurahan Kolasa.

“Ini jelas mencederai tujuan dari program kegiatan ini, dimana hal yang harus diperhatikan adalah pemanfaatan SDM sekitar dan tenaga kerja lokal. Karena pada dasarnya program ini diharapkan dapat mendukung upaya pengurangan kemiskinan dan meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar,” Jelasnya.

FMKB juga menemukan fakta bahwa sebagian besar bangunan yang dikerja tidak sesuai dengan gambar yang telah ditentukan. Bahkan ada penerima manfaat menyediakan sendiri bahan kerikil, padahal jelas hal itu masuk dalam RAB. Sabran menilai hal Ini menimbulkan pertanyaan besar di masyarakat, bahwa ada indikasi dugaan penyalahgunaan anggaran dalam proyek.

“Untuk itu, FMKB meminta dengan segera Dinas PU Muna membentuk Tim Investigasi Lapangan untuk mengevaluasi kinerja KSM supaya tidak ada lagi masyarakat yang dirugikan dalam kegiatan ini,” Tutupnya.

BURHAN ODE

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *