Proyek Jembatan Sudah Tuntas, PT Tripolar Belum Bayar Upah Buruh

Massa aksi yang melakukan unjukrasa di lokasi pembangunan jembatan yang dikerjakan PT Tripolar yang belum membayar upah buruh. (FOTO : AKBAR)

BeritaRakyat.id,. Konawe Selatan – Kantor PT Tripolar dipadati puluhan massa aksi unjuk rasa, Kamis (27/08/2020). Mereka menuntut pembayaran upah buruh proyek Jembatan Roraya yang menghubungkan Desa Anese – Kapuwila Kecamatan Andoolo Barat Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra).

Dalam aksi massa yang merupakan buruh PT Tripolar bersama Konsorsium Aktivis Konsel itu terungkap, pengerjaan proyek jembatan dengan anggaran Rp 19 miliar itu sudah tuntas. Namun, upah buruh yang bekerja di proyek multiyears itu belum dibayarkan.

Koordinator aksi, Purnomo mengungkapkan, upah pekerja yang belum dibayarkan kurang lebih lima bulan ini Berkisar Rp 350 juta. Belum termasuk harga material.

“Informasi dari kepala tukang upah yang belum dibayarkan kisaran Rp 350 juta belum termasuk harga material seperti pasir, batu dan lain-lain,” ungkap Purnomo.

Demikian halnya diungkapkan Herianto, yang ikut tergabung dalam Konsorsium Aktivis Konsel. Ia menegaskan,
jika upah buruh itu tidak segera diselesaikan, maka masyarakat terkhusus pekerja di proyek tersebut akan menutup akses penyeberangan jembatan yang telah selesai dikerjakan itu.

“Harapan kami khususnya buruh yang sudah bekerja selama lima bulan untuk segera dibayarkan oleh pihak perusahaan. Juga kepada DPKAD Konsel dan Dinas PU untuk segera memanggil pihak kontraktor dan menyelesaikan upah pekerjanya,” tegasnya.

Jika tuntutan tersebut tak kunjung dibayarkan, lanjut Heri, maka pihaknya juga akan kembali menggelar aksi unjuk rasa dengan jumlah massa yang lebih besar.

AKBAR/NURSADAH

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *