Pihak Keluarga Korban Gantung Diri di Mapolsek Kabawo Terkendala Biaya Otopsi

Kantor Mapolsek Kabawo (FOTO : BURHAN ODE)

BeritaRakyat.id Muna – Keluarga Dirman (23), Korban yang meninggal di sel tahanan Polsek Kabawo hingga saat ini belum percaya korban meninggal gantung diri.

Padahal dimata keluarga, korban merupakan sosok yang baik dan pendiam, ia juga dikenal sebagai pekerja kerja. Selama hidupnya, korban tidak pernah bermasalah dengan keluarga, tidak pernah depresi bahkan tidak punya riwayat penyakit.

“Almarhum ini pendiam, tidak pernah ada masalah dengan kami, kalau dia pengen bunuh diri pasti sudah lama mati, makanya kami juga heran kenapa sampai dia gantung diri di Polsek,” Ucap Kakak korban, Arman saat ditemui media ini di rumahnya, Rabu (27/09/2023).

Olehnya itu, meninggalnya Dirman masih menyisahkan tanda tanya dikalangan keluarga. Meski ditemukan dalam keadaan gantung diri, sesekali keluarga menduga ada faktor lain yang menyebabkan korban meninggal dunia. Sebab kata dia, saat ditemukan gantung diri, kaki korban sangat rapat dengan bak air.

Ia juga mempertanyakan kenapa korban dibiarkan membawa tali pinggang di dalam sel. padahal kata dia, sesuai SOP hal tersebut tidak boleh berada di sel tahanan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Maka dari itu, untuk mengetahui penyebab pasti meninggalnya salah satu keluarga mereka, pihak keluarga menginginkan dilakukan Otopsi. Namun hal itu tidak dapat dilakukan oleh keluarga korban, sebab Kapolsek Kabawo Iptu Hidha Nur Wagiyono menyampaikan kepada pihak keluarga bahwa korban harus dibelah, membutuhkan waktu lama serta biaya banyak.

“Yang saya ragukan biayanya itu kita mau ambil dimana, terus butuh waktu lama, apalagi mau dibelah lagi, saya tidak bisa bayangkan nasipnya almarhum, sudah meninggal gantung diri tambah dibelah lagi, makanya saya gugup, makanya saya mengundurkan diri untuk tidak otopsi,” Jelasnya.

Arman juga mempertanyakan uang Rp. 1 juta yang diberikan Kapolsek Kabawo kepada orang tuanya, sebab Kapolsek tidak memberikan penjelasan untuk apa uang itu diberikan.

“Kami juga pertanyakan uang Rp. 1 juta itu. Diberikan waktu di Puskesmas Kabawo. Karena dia tidak bilang untuk apa itu uang. Saat diberikan itu saya tidak tau karna sibuk urus Almarhum, kalau ada saya pasti saya tanya untuk apa itu uang,” Bebernya.

Kata Arman, korban diamankan karna karena didapat membawa senjata tajam di acara malam (lulo) di Desa kawite-wite. Setelah dua hari diamankan korban kemudian tewas gantung diri di dalam sel tahanan.

“Katanya kapolsek itu malam hanya diamankan, tapi kami tidak tau tiba di Polsek ditahan atau hanya diamankan, kalau ditahan tidak ada surat pemberitahuan penahanan kepada kami,” Katanya.

Semntara itu, Kapolsek Kabawo Iptu Hidha Nur Wagiyono saat dikonfirmasi media ini tidak mau memberikan keterangan terkait kronologi kejadian.

“Nanti ketemu pimpinan saya,” Singkat Kapolsek.

BURHAN ODE

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *