Mantan Pejabat Kepala Desa Lakarama Diduga Gelapkan Uang Iuran Lampu Masyarakat

ILUSTRASI (IST)

BeritaRakyat.id,.Muna – Mantan Pejabat (Pj), Kepala Desa Lakarama, Kecamatan Towea, Kabupaten Muna, periode tahun 2020-2022 inisial TS diduga menggelapkan uang iuran Pembangkit listrik Tenaga Surya (PLTS), Desa Lakarama hingga ratusan juta rupiah.

Ketua BPD Desa Lakarama Maryanto mengatakan, uang yang diduga digelapan oleh mantan Pj Kades tersebut, merupakan dana hasil iuran bulanan PLTS, dari ratusan kepala keluarga Desa Lakarama.

“Uang itu, uang iuran bulanan PLTS masyarakat Desa Lakarama,” ucapanny kepada media ini saat ditemu, Rabu (16/05/2024)

Kata dia, dugaan penggelapan tersebut bermula saat TS pertama kali menjadi Pj Desa Lakarama. Hingga masa jabatannya berakhir pada tahun 2022 lalu, tidak ada pertanggung jawaban sama sekali dimana uang iuran masyarakat itu di bawa.

“Jadi waktu pertama kali menjabat itu, ada penyerahan rekening PLTS dari La Ode Salim (Sekertaris sekaligus Plt Kades kala itu) ke Pj baru. Totalnya waktu itu Rp 98 juta, memang ada perbaikan, tapi tidak ada pertanggung, tidak ada laporan, kita juga BPD tidak tau,” ungkapnya.

Maryanto bilang sejak, TS menjabat sebagai Pj Kades Lakarama saat itu, pengelolaan keuangan iuran PLTS Desa Lakarama sudah tidak jelas lagi berapa jumlah nominal anggaran yang masuk dalam reking PLTS.

“Yang jelas memang pertama kali di serahkan itu, total isi rekeningnya Rp 98 juta. Hanyakan memang waktu itu masih jalan terus juga iuran bulanan, ada terus yang menagih tiap bulannya walupun sudah tidak semua masyarakat bayar. Tapi kita sudah tidak tau lagi,” ungkapnya.

Ia bersama teman-teman BPD lainya juga kata dia, kala itu sudah sering menanyakan dan meminta pertangung jawaban pengeloaan keuangan PLTS tersebut kepada TS, namun tidak pernah ada respon sama sekali hingga masa jabatannya berakhir.

“Kita tanyakan, tapi sudah tapi lari-lari terus, sampai terakhir dia (TS) menjabat tidak ada pertangung jawaban,” bebernya.

Bahkan menurut Maryanto, ia bersama anggota BPD Lakarama telah mengadukan hal persoalan ini, di Kejaksaan Negeri (Kejari) Muna. Hanya saja hingga saat ini belum ada kepastian.

“Dulu itu, memang kita sempat di panggil, Ketua saya sama teman-teman, saya kan waktu itu masih jadi wakil ketua BPD. Saya juga di panggil disurati sama Kejaksaan tapi saya masih d luar Daerah hanya yah belum ada lagi tindak lanjutnya sampe sekarang,” jelasnya.

Dirinya berharap, Kejaksaan Negeri Muna kembali menindak lanjuti persoalan tersebut. Agar ada kepastian hukum terhadap pengunaan uang iuran masyarakat Desa Lakarama tersebut.

“Kita berharap Kejaksaan menindak lanjuti, karanakan buku rekening PLTS ini, hasil dari iuran masyarakat,” tutupnya.

Sementara itu, mantan Pj Kades Lakarama inisial TS belum berhasil kami konfirmasi.

ODEK

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *