Kuasa Hukum PT WIN Minta Warga Torobulu Tidak Terprovokasi

Kuasa Hukum PT WIN Samsuddin SH MH, CIL saat melakukan monitoring di wilayah pertambangan di Torobulu. (FOTO : IST)

BeritaRakyat.id, Konawe Selatan – Aktifitas pertambangam PT Wijaya Inti Nusantara (WIN) di desa Torobulu Kecamatan Laeya, Konawe Selatan (Konsel) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) beberapa waktu lalu mendapat perlawanan dari para emak emak di wilayah tersebut. Upaya menghalangi aktifitas pertambangan yang telah berizin merupakan perbuatan melanggar hukum.

Kuasa Hukum PT WIN Samsuddin SH MH CIL mengaku, perbuatan warga Torobulu dengan melakukan perintangan atau menghalang halangi kegiatan oleh kaum emak emak itu adalah ketidak tahuan mereka tentang pelanggaran hukum yang ditimbulkan. Pelanggaran yang dimaksud tertuang dalam Undang Undang Nomor 3 Tahun 2020 Tentang Pertambangan pada Pasal 162.

“Setiap orang yang merintangi atau menganggu kegiatan usaha pertambangan dari pemegang IUP, IUPK, IPR atau SIPB yang telah memenuhi syarat-syarat sebagaimana dimaksud dalam pasal 136 ayat (2) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) tahun atau denda paling banyak 100.000.000,- (seratus juta rupiah),”ujarnya kepada awak media ini di Andoolo, Selasa, (03/10/2023).

Samsuddin yang juga ketua LBH HAMI Konsel inj berharap, kiranya masyarakat Torobulu, khususnya para emak emak untuk tidak terprovokasi pihak lain yang dapat merugikan dan melanggar hukum. Justru sebaliknya jika ada riak atau persoalan sebaiknya disampaikan kepada pemerintah atau pihak perusahaan.

“Kita berharap kepada masyarakat agar jangan mudah terprovokasi. Sebab apabila sudah berurusan hukum kan kasian juga. Masyarakat harus cerdaslah melihat persoalan ini agar tidak terjerumus karena hukum,”Katanya.

Menurut Bung Sam (Panggilan Akrab Samsuddin -Red), keberadaan PT WIN dan aktifitasnya di Torobulu sudah lebih dari enam tahun itu telah melakukan aktifitas pertambangan. Perusahaan PT WIN dalam melakukan penambangan di tetap memperhatikan kebutuhan dan atau kepentingan masyarakat sekitar lokasi pertambangan terutama ketersediaan air bersih dan lainnya.

“Pada prinsipnya selama ini hak-hak masyarakat tetap di penuhi oleh PT. WIN. Untuk itu jika ada persoalan sebaiknya dikomunikasikan dan tidak mudah diprovokasi dari siapapun,”tandasnya.

YAN

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *