Ketua PPS Waworano Dianiaya Kadesnya, PPK Kolono Berikan Bantuan Dana

Anggota PPK Kolono Linar (kiri) saat menyerahkan bantuan kepada Ketua PPS Waworano Kasidarni (tengah) yang menjadi korban pemganiyaan kadesnya sendiri. (FOTO: IST)

BeritaRakyat.id, Konawe Selatan – Usai menjadi korban penganiayaan oleh kepala desanya sendiri, Ketua Panita Pemungutan Suara (PPS) Desa Waworano Kecamatan Kolono Kabupaten Konawe Selatan, Kasidarni, mendapat dukungan dari sejumlah pihak, khususnya penyelenggara Pilkada Konsel.

Seperti yang dilakukan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kolono, sebagai bentuk dukungan terhadap Kasidarni, mereka berinisiatif mengumpulkan dana.

Melalui salah satu anggota PPK, Linar, dana yang terkumpul dari anggota PPS se-Kolono itu pun telah diserahkan ke Kasidarni, Sabtu (14/11/2020).

“Mudah-mudahan santunan ini juga dapat meringankan beban ekonomi dan traumatik bagi keluarga PPS yang syok terkait kejadian itu, dan merupakan suatu penghargaan setinggi-tingginya atas perjuangan bagi PPS menjalankan tugas,” kata Linar.

Dikatakan, santunan yang diberikan kepada penyelenggara Pilkada di tingkat desa itu adalah senilai Rp 1,1 juta.

“Kami berharap kepada penerima santunan jangan pernah melihat dari nilai yang kami berikan. Tapi, ini ada salah satu kepedulian kami terhadap kinerja jajaran kami,” katanya.

Ia pun berharap agar jajaran PPS di Kecamatan Kolono bekerja dengan mengutamakan keselamatan dan selalu menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

“Kami berharap kepada jajaran di tingkat desa supaya tetap menjaga kondisi fisik karena aktivitas setiap tahapan pemilihan yang menuntut kerja sesuai target. Selain itu, peran masyarakat juga diharapkan. Apalagi nanti 9 Desember dapat melaksanakan tugasnya dengan baik,” tandasnya.

Sementara itu, Kasidarni mengaku bersyukur mendapat perhatian dan bantuan dari PPK dan PPS itu.

“Saya ucapkan terima kasih atas perhatian dari sesama penyelenggara. Kasus penganiayaan atas diri saya sudah dalam proses hukum, karena itu tugas-tugas sebagai PPS tetap berjalan dengan baik,” ucapnya.

Diketahui, penganiayaan yang dialami Kasidarni diduga terkait tahapan penyelenggaraan Pilkada Konsel yakni perekrutan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Desa Waworano. Dalam tahapan yang dilaksanakan PPS itu, anak Kepala Desa (Kades) Waworano yang juga ikut mendaftar tidak diakomodir.

Karena anaknya tidak diakomodir sang kades yang bernama Suleman itu diduga kecewa dan Kasidarni yang juga menjabat sebagai Ketua RT di Desa Waworamo dipecat. Pemberhentian secara sepihak Kasidarni sebagai Ketua RT itu kemudian diberitakan sejumlah media.

Diduga karena keberatan dengan pemberitaan di media, Suleman kemudian menganiaya Kasidarni, Kamis (22/10/2020) malam. Ia pun dilaporkan ke pihak kepolisian dan telah ditetapkan sebagai tersangka dan menjadi Tahanan Polres Konsel.

AKBAR/NURSADAH

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *