Kampanye Dimulai, Ini Potensi Pelanggaran di Pilkada Konsel

Anggota Bawaslu Konsel, Awaludin AK. (FOTO: IST)

BeritaRakyat.id, Konawe Selatan – Tahapan kampanye pemilihan kepala daerah (Pilkada) mulai berjalan sejak, Sabtu (26/09/2020). Masing-masing pasangan calon yang akan bertarung, makin melancarkan sosialisasinya untuk menarik simpati masyarakat.

Namun, dalam tahapan ini, potensi pelanggaran makin terbuka lebar. Hal ini pun menjadi perhatian Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Konsel dengan berupaya memaksimalkan fungsi pengawasan.

Ketua Bawaslu Konsel, Hasni, melalui Koordinator Devisi (Kordiv) Hukum Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa, Awaluddin AK SHI menyebutkan, untuk Pilkada Konsel, setidaknya ada potensi pelanggaran administrasi, pidana pemilu, kode etik, dan pelanggaran perundang-undangan lainnya.

“Salah satu contoh dugaan pelanggaran perundang-undangan lainnya adalah netralitas ASN. Potensi pelanggaran ini juga wajib menjadi perhatian Panwascam, ” jelas Awaluddin, Senin (28/09/2020).

Diungkapkan, sebelum tahapan penetapan pasangan calon kepala daerah hingga masa kampanye, pihaknya telah menemukan sejumlah pelanggaran. Salah satunya adalah pemasangan alat peraga kampanye (APK) di luar ketentuan.

Namun demikian, katanya, sebagai pemberian sanksi, pihakhya hanya menertibkan APK tersebut.

AKBAR/NURSADAH

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *