GMA-Sultra Minta DKPP RI dan Bawaslu RI Copot Ketua KPU Konsel

Aksi unjukrasa dari GMA Sultra di depan Kantor DKPP RI di Jakarta yang meminta pencopotan Ketua KPU Konawe Selatan yang diduga melanggar kode etik. (FOTO : IST)

BeritaRakyat.id, Jakarta – Puluhan mahasiswa dan pemuda yang tergabung dalam Garda Muda Anoa Sulawesi Tenggara (GMA Sultra) unjuk rasa di depan gedung Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) dan Badan Pengawas Pemilihan umum (Bawaslu). Senin, (20/5/2024).

Hal tersebut karena adanya dugaan kasus pelanggaran kode etik yang melibatkan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) Muh Yunan dan Kasubag Informasi dan Data KPU Konawe Selatan.

Muhammad Ikbal Laribae Ketua umum Garda Muda Anoa Sulawesi Tenggara menyebut, ketua KPU yang di adukan tersebut telah menjanjikan perolehan suara dari 10 desa yang berada di kabupaten Konawe Selata terhadap calon legislatif pada pemilu 2024 lalu.

Diduga ketua KPU Kabupaten Konawe Selatan tersebut melanggar peraturan DKPP RI nomor 2 tahun 2017 tentang kode etik penyelenggaraan pemilu pasal 8 huruf A dan undang-undang nomor 13, 11,1 tahun 2012 tentang pelanggaran kode etik pada pasal 10.

Lanjut, Ikbal selaku ketua PC PMII cabang kendari menyesalkan tindakan Ketua KPU konsel yang telah mencederai demokrasi di tahun 2024 lalu.

Sebagai penutup ketua umum Garda Muda Anoa Sulawesi Tenggara menghimbau ke dua instansi tersebut agar tidak menutup mata melihat persoalan dugaan pelanggaran kode etik ini

“Berdasarkan hal itu, kami yang tergabung dalam GMA Sulawesi Tenggara akan terus mempresure laporan yang telah di serahkan di DKPP RI dan BAWASLU RI dan meminta dengan hormat agar ketua KPU kabupaten Konawe Selatan di copot dari jabatannya karena telah melanggar peraturan dan kode etik,”tutupnya.

REDAKSI

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *