Ganti Rugi Lahan Pembangunan Tower, PLN Diduga Salah Sasaran

Syamsuddin (FOTO : IST)

BeritaRakyat.id, Konawe Selatan – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel) UPP Kitring Sultra, diduga salah sasaran saat melakukan pembayaran ganti rugi lahan untuk pembangunan salah satu tower sutet di Kabupaten Konawe Selatan.

Ketua LBH-HAMI Konsel, Samsuddin SH mengungkapkan, ganti Rugi lahan yang dibayarkan pihak PLN senilai Rp 46.549.000  bukan diberikan kepada pemilik lahan yang sebenarnya. Katanya, pemilik lahan sebenarnya adalah kliennya yang bernama Jumran, namun yang menerima ganti rugi lahan dari PLN tersebut adalah Mamengko.

“Tanah tersebut telah dijual oleh orang lain yang bukan pemilik tanah dan anehnya klien saya atas nama Jumran yang selalu mengikuti rapat di Balai Desa Lalobao kok dia yang tidak di bayarkan, padahal klien kami juga memiliki alat bukti kepemilikan tanah,” ujar Samsuddin kepada media ini,  Senin (05/10/2020).

Anehnya, lanjut pengacara yang akrab disama Sam ini, penerima ganti rugi lahan dari pihak PLN tersebut hanya bermodalkan surat keterangan penguasaan tanah yang dikeluarkan Kepala Desa Lalobao, Paijo, pada  13 Maret 2020.

“Perusahaan melakukan pekerjaan tersebut bedasarkan jual beli dan surat keterangan penguasaan tanah yang di keluarkan oleh Kepala Desa Lalobao, Paijo, pada tanggal 13 Maret 2020 pada saat proses pembayaran ganti rugi tanah oleh pihak PLN, ” jelasnya.

Setelah dilakukan pembayaran, lanjutnya, pihak PLN kemudian melakukan pengalian pondasi untuk pemasangan tiang sutet. Namun, kliennya selaku pemilik lahan tersebut telah menghentikannya sampai ada titik temu dari permasalahan ini.

AKBAR/NURSADAH

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *