FPKI Adukan Eks Walikota Baubau dan Kadis PUPR di KPK RI Soal Proyek Jalan Lingkar

Pengunjukrasa saat melakukan aksi di Jakarta belum lama ini. (FOTO : IST)

BeritaRakyat.id,. Jakarta – Front Pejuang Keadilan Indonesia (FPKI), secara resmi mendatangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Republik Indonesia, meminta KPK RI memeriksan dan mengevaluasi proyek Jalan Lingkar Kota Baubau yang menghabiskan anggaran hingga Rp160 Miliar.

Koordinator FPKI Amrin Ajira mengatakan, KPK harus segera melakukan evaluasi terhadap pekerjaan proyek jalan lingkar Kota Baubau karena diduga tidak sesuai spesifikasi atau mengunakan bahan material tidak sesuai dengan kontrak kerja.

“Dugaan kami pekerjaan proyek jalan lingkar Kota Baubau melalui Dinas PUPR Kota Baubau yang melibabtkan empat perusahaan banyak kejanggalan yang terjadi, sehingga kami yang tergabung dari Gerakan Front Pencari Keadilan Indonesia hadir di Gedung KPK untuk mengadvokasi dan meminta KPK RI segera mengevaluasi pekerjaan tersebut,” katanya, kepada media ini, Sabtu (15/06/2024).

Proyek yang bersumber dari dana pinjaman ini lanjut dia, menambah beban keuangan Pemerintah Kota Baubau yang akan menjadi beban seluruh Masyarakat jika dalam proses pembangunan tidak berpihak pada transparansi dan akuntabilitas. Sehingga pihaknya meminta KPK RI memanggil dan memeriksa pihak-pihak terkait.

“Alhamdullilah tuntutan kami telah diterima dan menjadi etensi Komisi Pemberantasan Korups, mudah-mudahan KPK sesegera melakukan memonitoring dan mengevaluasi pekerjaan jalan lingkar Kota Baubau. Kami juga sampaikan kepada KPK RI untuk memeriksa pihak-Pihak yang terlibat dalam hal ini eks Walikota, Kadis PUPR, dan Para Direktur Perusahaan,” jelasnya.

Hal serupa diungkapkan oleh Didin Alkindi, kata dia anggaran pembangunan yang bersumber dari hasil utang ini, harusnya direalisasikan dengan sebaik-baiknya demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat sesuai dengan perintah konstitusi.

“Jalan sepanjang 17 kilometer yang dibangun dengan anggaran Rp160 miliar ini seharusnya memiliki kualitas yang baik dan jalan yang megah. Tapi fakta dilapangan kita temukan bahwa kualitas jalan yang dibangun diduga tidak sesuai spesifikasi dan material,” ungkapnya.

Dari total anggaran Rp160 millyar tersebut kata dia, dibagi dalam empat paket pekerjaan yakni, peningkatan jalan lingkar ruas 2 Sorawolio-Bukit Asri Senilai Rp. 39.129.504.000 yang dimenangkan ole PT Merah Putih Alam Lestari, kemudian peningkatan Jalan lingkar ruas Bungi-Sorawolio tahap IV senilai Rp. 43.896. 127.000 yang dimenangkan oleh PT Garangga Cipta Pratama.

Lalu pembangunan Jalan Lingkar ruas 2 Wabarobo-Batu Popi Senilai Rp. 41.644.499.000 yang dimenangkan ole
PT Mahardika Permata Mandiri, peningkatan jalan lingkar ruas 2 Bukit Asri-Batu Popi senilai Rp40.403.695.000 yang dimenangkan oleh PT. Meutia Segar.

“Salah satu akses jalan yang mengalami kerusakan yang sangat parah adalah yang dibangun adalah Akses jalan lingkar ruas 2 yang menghubungkan Sorawolio dan Bukit Asri di Kota Baubau, dalam proses tendernya pekerjaan tersebut dimenangkan oleh PT Merah Puth Alam Lestari dengan Nilai Kontrak anggaran sebesar Rp. 39.129.504.000,” tutupnya.

ODEK

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *