Diserang Kampanye Hitam Melalui Selebaran, Endang-Wahyu Bakal Melapor

Calon Bupati Konsel Muh Endang (pegang selebaran) didampingi Calon Wakil Bupati Wahyu Ade Pratama Imran dan tim pemenangan saat menggelar konfrensi pers. (FOTO: ODEK)

BeritaRakyat.id, Kendari – Pemungutan suara Pilkada Konawe Selatan (Konsel) akan berlangsung tujuh hari lagi. Namun, suasana tenang jelang pesta demokrasi ini, terusik dengan munculnya serangan kampanye hitam berupa selebaran yang disebar di sejumlah wilayah dan media sosial.

Tersebarnya selebaran tersebut, sepertinya sengaja dilakukan oknum tertentu untuk mengganggu ketenangan Pilkada dengan menjatuhkan salah satu pasangan yang akan bertarung pada 9 Desember mendatang.

Salah satu pasangan calon (paslon) yang merasa dirugikan akibat adanya serangan kampanye hitam itu adalah Muh Endang SA–Wahyu Ade Pratama. Pasangan dengan jargon Ewako ini pun siap melapor ke kepolisian dengan jaksa.

“Besok kami akan melaporkan secara resmi penyebaran selebaran ini, baik kepada kepolisian maupun Bawaslu,” ucap Endang.

Endang mengatakan, sejak memutuskan untuk maju di Pilkada Konsel, pihaknya terus mendapatkan berbagai serangan seperti perusakan baliho, hinaan, cacian dan konstruksi opini di medsos yang ingin menimbulkan antipati terhadap Endang-Wahyu, namun semua itu tak pernah ditanggapi.

“Namun, malam ini kami memandang perlu untuk melakukan klarifikasi, karena ini merupakan bentuk kampanye hitam yang bersifat pembunuhan karakter,” katanya.

Meski banyak diserang, Endang mengimbau kepada tim sukses dan simpatisannya agar tetap tenang dan tidak terpancing dengan berbagai macam model kampanye hitam.

“Tetap tenang, terus bekerja dan jangan terganggu serta kita serahkan semuanya terhadap proses hukum,” imbaunya.

Ia pun mengajak Bawaslu di semua tingkatakan pegiat Pemilu dan masyarakat Konsel agar bersama-sama mengawasi berjalannya Pilkada di Konsel agar terlaksana dengan bermartabat.

ODEK/NURSADAH

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *