Dipadati Pengunjung, Jembatan Teluk Kendari Rawan Timbulkan Kecelakaan

Jembatan Teluk Kendari dipadati pengunjung dan kendaraan yang lalu lalang. (FOTO: RIJAL)

BeritaRakyat.id, Kendari – Pasca diresmikannya Presiden RI, Joko Widodo, Kamis (22/10/2020), Jembatan Teluk Kendari tak pernah kosong dari pagi hingga malam hari. Baik pengunjung maupun pengendara yang sekedar melintas, terus memadati dan mengabadikan gambar jembatan sepanjang 1,3 kilometer itu.

Namun, padatnya pengunjung dan kendaraan yang melintasi jembatan tersebut dianggap rawan menimbulkan kecelakaan. Pasalnya, pengunjung yang asyik melakukan swafoto, terkadang kurang memerhatikan kendaraan yang melintas.

Pantauan wartawan media ini, pengunjung yang asyik berfoto beberapa di antaranya nyaris tertabrak kendaraan. Sebab, demi mengabadikan gambar menarik, mereka kebanyakan berdiri di tengah jalan jembatan, sementara kendaraan lalu lalang.

“Astaga hampirmi saya tertabrak,” histeris salah satu pengunjung yang sedang asyik berfoto saat kendaraan tiba-tiba melintas di sampingnya, Minggu (25/10/2020).

Selain itu, banyaknya pengunjung yang duduk di luar pagar pembatas jembatan juga rawan menimbulkan kecelakaan. Lalai sedikit saja atau terpeleset maka bisa jatuh ke dalam teluk.

Salah satu pekerja jembatan menyebutkan bahwa di luar pagar pembatas jembatan tersebut adalah area terlarang. Hanya saja pengunjung kerap terlihat duduk dan bercengkrama di area itu.

“Sepertinya dibutuhkan pihak keamanan untuk mengawasi kawasan jembatan ini, karena kalau begini  terus bisa-bisa nanti ada korban yang jatuh ke laut,” kata pekerja jembatan yang enggan disebut namanya itu.

Sebelumya, Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir mengaku mengizinkan warga berekreasi dan wisata di kawasan Jembatan Teluk Kendari selama sepekan. Terhitung dari 23 sampai 30 Oktober mendatang.

“Insya Allah selama satu minggu nanti masyarakat diberikan izin, kesempatan untuk memanfaatkan ini, selfie boleh, satu minggu,” kata Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir.

Masyarakat, kata Sulkarnain, bisa bebas berjalan kaki, berolahraga dan berfoto di area jembatan selama belum dibuka untuk kendaraan.

“Setelah kendaraan diizinkan masuk, tidak boleh lagi pejalan kaki, dalam arti (berada) di tengah jalan,” ujarnya.

RIJAL/NURSADAH

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *