Dijanjikan Aspal Tahun 2024, Blokade Ruas Alangga-Tinanggea Siap Dibuka

Foto bersama anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara, Kepala Bidang Bina Marga, Anggota DPRD Konawe Selatan dan perwakilan warga Lalonggasu usai menggelar rapat bersama di DPRD Sultra terkait pemblokiran jalan di Desa Lalonggasu. (FOTO : HERMAN)

BeritaRakyat.id, Kendari – Jalan yang menghubungan Kecamatan Andoolo – Kecamatan Tinanggea Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) yang ditutup oleh warga di Desa Lalonggasu dalam waktu tidak lama bakal dibuka dan dapat dilalui oleh pengguna atau pengendara. Janji pembukaan blokir jalan tersebut disampaikan oleh perwakilan warga Lalonggasu bersama anggota DPRD Konsel setelah mendapat janji dari anggota DPRD Sultra bersama Kepala Bidang Bina Marga Dinas Bina Marga dan Cipta Karya Prov Sultra, Jum’at, (01/09/2023).

Pemblokiran jalan yang menghubungkan Kabupaten Konawe Selatan – Kabupaten Bombana via Andoolo – Tinanggea oleh warga Lalonggasu, Palotawo dan Lalowatu itu merupkan aksi protes kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara yang tak kunjung melakukan pengaspalan. Penutupan jalan yamg dilakukan sejak tanggal 23 Agustus 2023 lalu, hingga saat ini, tidakada perhatian dari pemerintah ataupun wakil rakyat di DPRD Sultra.

Untuk itu anggota DPRD Konsel yang dipimpin Budi Sumantri, Mbatono Suganda, Ahmad Muhaimin dan Udin Saputra bersama perwakilan warga Lalonggasu mengadukannya di DPRD Sultra. Gayung bersambut, anggota DPRD Sultra yang dipimpin Aksan Jaya Putra didampingi Asrin, Sarlinda Mokke, Kasriadi dan Abustam bersama Kabid Bina Marga Dinas Bina Marga dan Cipta Karua Prov Sultra Harmunadin bersama jajaran berjanji akan menganggarkan untuk pengaspalan jalan yang menghubungan Alangga – Tinanggea.

Jalan yang menghubungkan Kecamatan Tinanggea – Kecamatan Andoolo di Lalonggasu masih diblokir oleh warga dengan tumpukkan tanah dan spanduk. (FOTO : HERMAN)

“Kami bersama sejumlah anggota DPRD Konsel dan perwakilan warga Lalonggasu, Palotawo dan Lalowatu Kecamatan Tinanggea untuk menyampaikan aspirasi terkait permintaan pengaspalan jalan ruas Alangga – Tinangge yang saat ini diblokir oleh warga. Atas pemblokiran jalan itu adalah protes warga dengan kondisi jalan yang sangat memprihatinkan,”ujar Budi Sumantri.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Bina Marga dan Cipta Karya Prov Sultra Harmunadin mengaku, jalan ruas Alangga – Tianggea sudah dialokasikan anggaran sebesar Rp 4,7 Milyar pada Tahun 2022 lalu. Hanya pekerja jalan tersebut tidak tuntas menyelesaikan pekerjaan dan dianggap one prestasi dan dilakukan pemutusan kontrak.

“Tahun ini diperubahan APBD telah dianggarakan Rp 200 juta untuk perbaikan jalan dan di APBD Tahun 2024 akan dianggarkan Rp 15 Milyar untuk pengaspalan jalan ruas Alangga – Tinanggea,. Selain itu Pemprov juga akan beusaha mengalokasikan anggaran Rp 200 juta di perubahan APBD Prov Sultra Tahun 2023 untuk rehab ruas jalan Motaha – Andoolo,”katanya berjanji.

Aksan Jaya Putra yang memimpin rapat menyimpulkan bahwa pembangunan dan pengaspalan jalan ruas Alangga – Tinanggea akan dianggarkan pada tahun 2024 mendatang. Hal ini dikarenakan dengan waktu yang tidak lama lagi berganti tahun, maka tidak dapat dialokasikan pada akhir tahun ini, sehingga penganggarannya nanti tahun depan (2024-red).

“Kami di DPRD, terkhusus di Badan Anggaran akan mengawal anggaran pembangunan dan pengaspalan jalan Rp 15 Milyar dari Dinas Bina Marga Provinsi Sulawesi Tenggara. Bahkan kalau anggaran cukup, akan diporsikan hingga pengaspalan tuntas 17 Kilo Meter dari Alangga hingga di Tinanggea,”ungkapnya.

Diakhir rapat bersama, perwakilan warga Lalonggasu dan anggota DPRD Konsel meminta kepada Anggota DPRD Sultra dan dari Dinas Bina Marga untuk meninjau langsung jalan yang diblokir untum kemudian di buka sehingga dapat dilalui pengendara.

“Paling lambat pada tanggal 7 September kami dari DPRD Sultra bersama dari Dinas Bina Marga akan turun ke lokasi, sekaligus untuk memunta kepada warga agar jalan yang ditutup dapat dibuka,”tutup Aksan yang juga ketja Fraksi Golkar DPRD Sultra itu.

MAN

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *