Buka Pelatihan Penyusunan Laporan Persediaan, Bupati Konsel Pesan Begini Kepada Peserta

Bupati Konsel H Surunuddin (Tengah) foto bersama para pemateri terdiri dari BPKP Sultra dan DPKAD Konsel usai pembukaan pelatihan penyusunan persediaan barang. (FOTO : IST)

BeritaRakyat.id, Konawe Selatan – Pemerintah Daerah Kabupaten Konawe Selatan, melalui Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) menggelar pelatihan penyusunan laporan persediaan bagi Organisasi Perangkat Daerah (OPd), sekolah dan Puskesmas se Kabupaten Konawe Selatan, Senin (13/11/2023) di salah satu di Kendari.

Pelatihan itu menghadirkan pemateri dari Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPbN) Provinsi Sulawesi Tenggara dan Tim Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Sulawesi Tenggara.

Bupati Konawe Selatan, H Surunuddin Dangga saat membuka pelatihan itu mengungkaokan, dalam pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD) berupa barang persediaan sesuai asas fungsional, kepastian hukum, transparansi, akuntabilitas, kepastian nilai dan pengelolaan barang milik negara ataupun daerah yang semakin berkembang dan kompleks maka persediaan sebagai salah satu komponen BMD. Persediaan tersebut harus dapat dikelola secara optimal.

Dikatakannya, pengelolaan BMD itu sendiri meliputi pelaksanaan pembukuan, inventarisasi, dan pelaporan BMD.

Menurut Surunuddin, berdasarkan ketentuan Pasal 87 dan 88 Peraturan Pemerintah Nomor 27 tahun 2014 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah, bahwa kuasa pengguna barang, pengguna barang dan pengelolaan barang masing-masing harus menyusun laporan barang, menghimpun laporan barang kuasa pengguna dan menyusun laporan barang pengelola sebagai bahan menyusun neraca Pemerintah Daerah.

Surunuddin menilai pelatihan itu sangat penting dilaksanakan dalam mendukung pelaksanaan good governance, peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dalam tata kelola keuangan daerah yang baik dan tertib.

“Hal itu didasari peningkatan kualitas data yang disajikan dalam Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kabupaten Konawe Selatan,” ujarnya.

Surunuddin berharap kepada seluruh peserta untuk mengikuti kegiatan ini dengan sebaik-baiknya agar mampu melaksanakan dan menyelesaikan tugas dan tanggung jawab sebagai bagian dari pengelola keuangan daerah secara efektif, efisien, dan profesional dan dapat mempraktekan pengetahuan, keterampilan yang telah diperoleh selama mengikuti pelatihan ini.

“Saya sangat berharap Diklat yang telah diikuti dapat memperluas wawasan, membuka cakrawala berfikir, memperbaiki etos kerja dan meningkatkan profesionalisme para peserta,” harap orang nomor satu di Konawe Selatan ini.

Ditempat yang sama, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Konawe Selatan, Drs H Nisbahnurrahim M.Si selaku Ketua Panitia menyampaikan kegiatan ini agar tata kelola keuangan sesuai asas fungsional, memberikan kepastian hukum, transparan, akuntabel, kepastian nilai sehingga tidak terjadi pemborosan anggaran.

Nisbahnurrahim mengatakan tujuan pelaksanaan kegiatan ini untuk meningkatkan kompetensi SDM dalam tata kelola barang persediaan khususnya bagi OPD, sekolah dan Puskesmas di Konawe Selatan.

“Dengan pelatihan ini penyampaian laporan persediaan bisa lebih tertib, efektif dan efisien,” ujar Nisbahnurrahim.

Kata dia, jika melihat besarnya nilai persediaan pada Pemerintah Daerah, sangat diperlukan pengawasan atau kontrol yang lebih optimal.

“Utamanya dalam pelaksanaan baik dalam penggunaan barang persediaan maupun pelaporannya,” ujarnya.

Kegiatan pelatihan ini diikuti oleh 350 peserta yang terdiri dari 61 pengurus barang dari OPD, 25 pembantu pengurus barang pada Puskesmas, 264 sekolah yang berasal dari 139 Sekolah Dasar (SD), 79 Sekolah Menengah Pertama (SMP), 42 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan 4 berasal dari Sanggar Kegiatan Belajar (SKB).

USAN

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *