Berkas Tersangka Pajak Reklame Kendari Belum Dilimpahkan, Kinerja Kejaksaan Dipertanyakan

Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Kendari Anselmus AS (FOTO: IST)

BeritaRakyat.id, Kendari – Sejak pertengahan Oktober lalu, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kendari menetapkan tersangka kasus pajak reklame di Lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari 2018 dan 2019. Namun, hingga kini berkas perkaranya belum  dilimpahkan ke pengadilan.

Hal ini pun menuai pertanyaan karena ketika tersangka sudah ditetapkan, maka pihak kejaksaan mestinya tidak perlu lama-lama melakukan proses pelimpahan. Sebab, ketika tersangka sudah ditetapkan maka jaksa sudah memiliki cukup bukti.

“Setelah itu dianalisa dan oke bisa naik tersangka, berarti bukti sudah cukup. Tidak mungkin menetapkan tersangka jika buktinya tidak kuat. Sekarang bukti apalagi yang dicari kejaksaan untuk melimpahkan berkas tersangka korupsi pajak reklame itu ke pengadilan,” kata Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Kendari, Anselmus SH, Senin (14/12/2020).

Dijelaskan, pelimpahan berkas terlalu lama itu mengakibatkan ketidakpastian hukum bagi tersangka itu sendiri. Kemudian ketidakpastian hukum juga bagi masyarakat yang dikorbankan dengan korupsi tersebut.

Saat ini pun, sebut Ansel, tersangka dalam kasus ini tidak ditahan dan hanya menjadi tahanan kota. Sesuai aturan, yang bersangkutan harus dikawal pihak kejaksaan atau didampingi aparat penegak hukum, karena dikhawatirkan tersangka keluar daerah dan melarikan diri.

“Jika pelaku tahanan kota maka pelaku hanya taputar-putar di Kota Kendari, tidak keluar daerah bahkan di batas kota,” urainya.

Lebih menghawatirkan lagi, tersangka dalam kasus ini yang tidak dibuka identitasnya,  memiliki akses dan uang. Bisa saja tersangka tersebut keluar atau melarikan diri.

“Tahanan rumah sekalipun sangat mengkhawatirkan apalagi tahanan Kota,” tutupnya.

RANDI/NURSADAH

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *