ASN Konsel Diedukasi Untuk Tidak Terlibat Politik di Pemilu 2024

Suasana sosialisasi netralitas aparatur sipil negara (ASN) di Badan Kesbangpol Konsel. (FOTO : IST)

BeritaRakyat.id, Konawe Selatan – Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menggelar Sosialisasi Pendidikan Politik bagi ASN yang dilaksanakan di Kantor Kesbangpol, Senin, (23/102023).

Kepala Badan Kesbangpol Muh Taufiq Amin Lar, dalam sambutannya menyampaikan pentingnya pendidikan politik bagi ASN apalagi karena saat ini sudah memasuki tahapan gelaran pesta rakyat yaitu Pemilu dan Pilpres. Untuk itu ASN menjadi contoh dan garda terdepan dalam menjaga dan mensosialisasikan Netralitas ASN dalam menghadapi Tahun Politik.

“Sosialisasi ini selain melalui kegiatan diskusi juga melalui banner yang akan di bagikan ke masing masing OPD untuk mengingatkan terkait aturan dan sanksi bagi ASN yang terlibat dalam Politik Praktis,”ungkapnya.

Mantan Kepala Bagian Humas Setda Konsel ini menabahkan, jika sudah punya pilihan maka simpan di dalam hati saja nanti di bilik suara baru di salurkan.

“Kepala seluruh ASN, terkhusus dilingkup Badan Kesbangpol Konsel untuk tidak terlihat politik praktis, tetapi kita dituntut untuk netral. Pilihlah pilihannya saat di TPS nanti,”tutupnya.

Sementara itu Ketua KPU Konsel Muh Yunan yang menyampaikan terkait tahapan penyelenggaraan Pemilu, Pilpres dan Pilkada serentak Tahun 2024 secara teknis penyelenggaraan pemilihan Umun berada di KPU akan tetapi secara umum ini merupakan tanggungjawab bersama yaitu penyelenggara, Pemerintah dan Masyarakat.

“Kami menyambut baik kegiatan yang di lakukan oleh kesbangpol ini. Diharapkan kegiatan ini bisa terus ditindak lanjuti dengan cakupan yang lebih luas lagi,”ujarnya singkat.

Begitu juga yag disampaikan Kepala Kejaksaan Konsel yang diwakili Jaksa Muda Muh. Rifki bahwa tugas dan fungsi kejaksaan dalam penanganan kasus kasus hukum khususnya kasus terkait pelanggaran Netralitas ASN dalam Pemilu lebih lanjut beliau menjelaskan bahwa pelanggaran Netralitas ASN bisa mengarah kepada Pidana jika ASN terlibat dalam Kampanye dan mensosialisasikan kepada masyarakat calon tertentu seperti di media sosial yang dimiliki.

“Untuk itu mari kita sebagai ASN menjaga diri dengan memahami aturan tentang ASN dan Netralitas ASN sehingga tidak terlibat dalam kegiatan Politik Praktis,”katanya singkat.

YAN

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *