APP Sultra Gelar Aksi di Kejati Minta Periksa Penambang ilegal di Mandiodo

Puluhan masa yang tergabung dalam Asosiasi Pemantau Pertambangan Sulawesi Tenggara (APP-Sultra) saat berada di Kantor Kejaksaan Tinggi Sultra (FOTO : ODEK)

BeritaRakyat.id,.Kendari – Asosiasi Pemantau Pertambangan Sulawesi Tenggara (APP-Sultra) meminta Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara (Sultra), melakukan penyelidikan lebih mendalam dan terbuka dalam kasus mega korupsi pertambangan blok Mandiodo.

Koordinator APP-Sultra Joko Priono mengatakan, proses pemeriksaan kepada penambang yang terlibat di Blok Mandiodo, Konawe Utara (Konut) tanpa terkecuali dan dilakukan penahanan.

Pernyataan tersebut disampaikan koordinator aksi, Joko. Disebutkan ada beberapa perusahaan tambang terlibat langsung dalam penjualan ore Nikel dengan menggunakan dokumen terbang serta menggunakan Jetyy.

“Ada yang diduga menerima manfaat atau menikmati aliran dana segar dari hasil penjualan ore Nikel dengan menggunakan dokumen palsu dan pengunaan Jetty,” jelasnya melalui pernyataan yang diterima media ini, Senin (04/09/2023).

Untuk itu Kejati Sultra lanjut dia, harus kembali memeriksa ulang pengusaha tambang yang diduga ada keterlibatannya dalam dalam tindak pidana pencucian uang (TPPU), dalam pengunaan dokumen terbang, pengunaan Jetyy dan penjualan ore Nikel di Blok Antam Mandiodo.

“Kami meminta Kejati Sultra untuk selalu terbuka kepada publik khususnya masyarakat mengenai penyelidikan kasus ini. Karena kami menilai Kejaksaan terkesan menutup informasi, dalam kasus yang melibatkan salah satu pengusaha ini, sebagai penerima manfaat dan penerima aliran dana,” jelasnya.

Pihaknya berharap Kejati Sultra tidak main-main dalam melakukan penyelidikan kasus yang melibatkan pengusahabyabgbturut terlibat.

“Kami meminta Kejaksaan tidak bermain-main dalam melakukan penyelidikan kasus ini,” tutupnya.

ODEK

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *